Maraknya aktivitas penambangan batubara tanpa izin maupun legal di Kalimantan Selatan meninggalkan jutaan hektar lubang bekas tambang menganga dengan kondisi tanah yang sangat asam dan miskin unsur hara. Kerusakan ekologis parah ini memicu bencana ekologis beruntun seperti banjir lumpur, pencemaran air sumur warga, serta hilangnya fungsi hidrologis lahan secara masif. Model pemulihan lahan kritis berbasis agroforestri berkelanjutan ditawarkan sebagai solusi alternatif untuk merevitalisasi tanah mati menjadi lahan produktif yang bernilai ekonomis. Inisiatif pemulihan lingkungan ini didampingi secara intensif oleh WALHI Padang bersama kelompok tani setempat.
Dalam penerapannya, teknik agroforestri menggabungkan penanaman pohon multi-fungsi berakar dalam dengan tanaman semusim bernilai tinggi yang mampu memperbaiki struktur agregat tanah serta mengikat logam berat secara alami. Pembuatan pupuk organik cair dari kompos limbah pertanian lokal diaplikasikan secara berkala guna menetralkan tingkat keasaman tanah bekas galian tambang batu bara. Petani dilatih untuk mengelola lahan secara mandiri tanpa harusbergantung pada bahan kimia sintetis berbahaya bagi lingkungan. Pemulihan tanah adalah awal dari pemulihan kehidupan sosial warga.
Kendati proses bioremediasi lahan bekas tambang memerlukan waktu bertahun-tahun serta ketelatenan tinggi dari para petani, hasil awal menunjukkan peningkatan signifikan pada keanekaragaman mikroorganisme tanah dan kembalinya sumber pakan satwa. Tekanan kepada perusahaan pemegang izin tambang untuk segera melaksanakan kewajiban reklamasi pascatambang secara murni dan konsekuen terus disuarakan melalui jalur hukum dan aksi massa. Keadilan restoratif bagi korban kerusakan lingkungan menjadi tuntutan utama yang tidak bisa ditawar. Pengusaha tambang wajib bertanggung jawab penuh atas kerusakan yang ditimbulkan.
Dukungan penuh terhadap program pemulihan lahan kritis yang dimotori oleh WALHI Padangpanjang memberikan inspirasi bagi daerah lain dalam mereplikasi teknik mitigasi bencana ekologis berbasis masyarakat. Pelatihan teknis pengolahan tanah asam diselenggarakan secara berkala bagi para pemuda desa agar mereka tertarik mengembangkan pertanian berkelanjutan. Sinergi pengetahuan lokal dan sains modern mempercepat proses rehabilitasi alam.
Dampak positif dari penerapan model agroforestri di bekas tambang adalah terciptanya sumber pendapatan baru bagi warga desa melalui panen buah-buahan dan kayu pertukangan di atas tanah yang tadinya tandus. Kualitas air tanah perlahan membaik seiring dengan pulihnya fungsi resapan akar tanaman keras di kawasan perbukitan sekitar. Komitmen berkelanjutan dari WALHI Pariaman kian memperkuat gaung kampanye pemulihan lingkungan hidup berbasis keadilan sosial di seluruh penjuru nusantara. Alam yang rusak dapat dipulihkan dengan kesungguhan bersama.
Keberhasilan model agroforestri dalam memulihkan lahan bekas tambang di Kalimantan Selatan membuktikan bahwa perbaikan ekosistem yang rusak parah dapat dicapai melalui kerja sama kolektif yang konsisten. Perpaduan antara teknik restorasi biologis, tekanan hukum terhadap perusak lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi petani memberikan harapan baru bagi masa depan bumi. Dengan komitmen pemulihan yang kuat, lahan-lahan mati akibat keserakahan industri ekstraktif dapat dihidupkan kembali demi kesejahteraan rakyat. Pemulihan ekologis adalah kewajiban moral setiap anak bangsa.